KONSEP JABATAN PELAYAN (Ditinjau dari Berbagai Pandangan Kristen dan Alkitab)

Carles Frengki Nainggolan

Abstract


Pelayan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari gereja. Disetiap gereja manapun, selalu ada orang yang membantu pelayanan dan biasa disebut sebagai pelayan. Sering sekali dipahami bahwa pelayan adalah jabatan, sehingga pelayan itu harus dihormati disanjung dan dipuji dalam kehidupan. Sebaliknya juga terjadi, para pelayan itu juga menganggap kekuasaan yang otoriter. Namun secara singkat bisa dikatakan bahwa pelayan itu adalah hamba yang semata-mata adalah suruhan. Pelayan adalah hina, tetapi merupakan panggilan khusus yang dari Allah sendiri. Jabatan pelayan terus mengalami perubahan dalam hal bentuk dan strukturnya, namun makna dan fungsinya tidak pernah berubah. Pada zaman Perjanjian Lama, ada jabatan nabi, imam, dan raja-lah yang mengambil bagian. Dalam Perjanjian Baru munculah jabatan pelayan rasul, nabi, gembala, penginjil, penatua, diaken. Masa reformasi sampai sekarang terus mengalami perkembangan terutama jabatan gembala yang saat ini lebih dikenal (pendeta). Pelayan-pelayan ini tetap memiliki makna dan fungsi jabatan pelayanan yang sama yaitu melayani sebagai seorang hamba dari Yesus Kristus. Penulis akan menguraikan beberapa pandangan  mengenai jabatan pelayan seperti pandangan Katolik Roma, pandangan tokoh Reformator, serta pandangan Alkitab dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.